CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Saturday, 10 March 2012

What a mother's love means...


There are two wonderful female cats and three kittens living in my house. One is the biological mother and another is a foster mother. What is the most wonderful thing, the foster mother is willing to breast feed the kittens after she had lost hers. That's what we call the "TRUE AND SINCERE LOVE FROM A MOTHER". Hard to find these days in humans' lives.

My kids name the biological mother as "Brownie" and the foster mother as "Simba". Brownie fur is full of four types of colours and Simba has GOLD COLOUR fur.... And her heart as noble and precious as GOLD.

Isn't it better if ladies nowadays would do the same as SIMBA? If they do...life is heaven..and there will be no more newly borne in the trash can, in a rubbish bag, in the drain....

Bercerita tentang "Bunyi"

"Ok kelas..apakah makna bunyi?" Jawapan : "Bunyi terhasil akibat pergerakan gelombang dan getaran dalam sesuatu media". "Ok"..."apakah pulak makna 'bunyi bising'?" Jawapan: 'Bunyi bising (noise) adalah bunyi yang kita tidak mahu dengar', contohnya? Bunyi orang memekak sebelah rumah gaduh dengan isteri, bunyi orang mengetuk dinding waktu kita nak rehat petang-petang, bunyi orang drill dinding di awal pagi hari ahad ..(yang sungguh membosankan sebab nak bangun lewat), bunyi enjin kapal terbang, bunyi eksos kereta, bunyi piling  tapak pembinaan di sebelah sekolah rendah, bunyi riuh rendah di Mid Valley food court, bunyi announcer dan kumpulan promoter jualan kat lobby Mydin, bunyi karaoke....oopssss...karaoke tu bunyi bising ke? Yang ni terpulang kepada receiver (penerima) bunyi, kalau dia rasa tak selesa dengan bunyi orang berkaraoke, then dia akan kata noise, tetapi kalau orang suka siapa yang karaoke tu, then ia menjadi bukan noise.. Macam tempat disco..ia tidak tertakluk kepada pemantauan bunyi bising di tempat kerja (kalau berdasarkan perundangan FMA). Tapi....ada tapinya...kawasan persekitaran disco tu yang selalunya di pantau pendedahan bunyi kepada orang persekitaran. So, kita jangan confuse dengan hak kita bila kita nak buat komplen yang kita ni terdedah dengan bunyi bising. Kena pastikan kita faham undang-undang dulu, yang mana hak kita, dan yang mana kita tak di"cover"oleh undang-undang. Masalahnya, orang kita ni tak tahu undang-undang, padahal boleh je..kalau nak baca undang-undang yang dah termaktub untuk melindungi diri kita dari terdedah dengan bunyi bising. Bukan susah pun, beli je buku perundangan tu, tak mahal cuma RM20 je. Ada dalam bahasa malaysia (kalau rasa susah nak faham bahasa inggeris). Tapi...sekali lagi...malaslah nak baca..sebab alasan  ni...alasan tu...wow..wow..wow...banyaknya alasan.....kalau kita tak berkalau..kan senang...kita juga yang dapat input dan ilmu..

Friday, 9 March 2012

A mother's effort to answer

One fine day during weekend:

8.00 am: "Mama...Uin nak huhhhhmmmmm..."

Mother: ?*@%$??!! What is it? Nuin nak huhmm? What is huhmmm? Nuin pointed out to her feeding bottle. Oooh..milk? Is it milk? Nuin nodded. Oh my...(sigh)

8.30 am: "Mama..Uin nak oiiter?" Mother: (Thinking) What is this word? "Mama...Uin nak ooiiiter?" Haikal come.."Mama, nuin want to play computer"..ooohhh..thank you Haikal..."Ooh..Nuin wants to play computer? Ok..go to your daddy..."DADDY, NUIN WANT TO PLAY COMPUTER..." There you go..honey..go to see daddy ok!"

9.00 am: "Mama...Haikal wanted to go for taekwando upgrading" Mother: "Not today, its tomorrow", "No!! its today mama at 10.00 am. Mother explain "Today is Saturday and the program is on Sunday", "But mama..SIR (the takewando coach) said it's this week end and it's stated in the notice" Mother: "Yes I know its weekend but please see the date and it falls on Sunday." "Why is it on Sunday and not today?" Mother reply: "Just follow SIR instruction, ok!". "Mama..why don't you call SIR and ask him to make it today...its been delayed for quite sometime for me to upgrade my taekwando. All my friends have changed their belt colour" expressed Haikal unsatisfactory. "Haikal, I can't do that. SIR already set the schedule and I can't simply change it to suit your need. You are not the only taekwando student in his team, you have other friends as well in the class right?".."But you can ask him to come today, I'm ready." said Haikal. "Haikal, you have to consider others, it doesn't mean that when you are ready, you can go for the test alone today, and the rest of the student still need to wait for tomorrow.That is what we call unfair. Just be patient ok!"  "Mama..what is patient?" mailto:?*@%$??!! What is it? "Why so many questions?" I Think I almost lost my patient. "Ask your dad, ok!"

10.00 am: "Mama..what is the different between secretion and excretion for animals?" Nadiah come to me with a pop quiz question? Mother: WHAT?!!...What is this question? I thought secretion is just for plant. Excretion is for animal. How to answer this? I forgot biology. Its been long long time ago. "Well...the answer is in your text book, bring it here and I show you how to find the answer. Go get your revision book.". (Fuuh...at least I have idea to twist and turn).

11.00 am: "Mama...why do we have to wear a heavy spot shoes if we want to practice for long jump". Mother: Haaaaahh? Heavy spot shoes? Is there any heavy spot shoes in the market? Hakim said "My sport teacher ask me to jog with heavy sport shoes special design for my preparation for long jump tournament." "How can this sport shoes help me to improve, is it because of its weight, or is it meant to make my feet used to the heavy conditions so that when I'm not wearing it, I feel my leg is lighter?" Mother : "Then you can find the answer from your sport teacher.. then!." Hakim said: "And the sport teacher said, if I tear or spoil this shoes, then I need to replace it, are you ok to help me with that?" Mother: "To help what?" Hakim said: "Replace it with the new one, it cost RM50"...Mother: simple to answer "OK.."

12.00 noon: "Mama...can you help me?" Aida come to me in the mid of my preparation for meal. Mother: "Yup? Anything?". Aida: "I have problem with 'angles of polygons'..can you help me to do calculation for the exercises?" ..Mother: "Which question? I try, ok!" (Oh my...I forgot how to find the angle and its tough question)..Mother: "Kakak, I think you need to ask your Math teacher, I can't help you much." Aida: 'It's ok mama...I try again.." Mother: That's good girl. Please don't blame me for can't answering that form three question. I totally blank!

1.00 pm: Lunch...Husband question "Why the bills are all high?" Oh my...do I have the answers for all questions? "Honey, I can't give you the answers for all the bills, as I'm not the person that monitor electric consumption, water consumption, telephone usage, internet line, etc. I can suggest that we investigate so that  we can have the answers."

2.00 pm: After lunch: Maid question "Ibuk...can I plant the tree outside of our house boundery?" Me: (Out side our house boundery?!) My answer: "Plant anywhere you want as long as you don't disturb other's privacy"

3.00 - 5.00 pm: I wanted to take rest. Every body is having afternoon nap. Fuh....silence....

5.00 pm: Everybody wake up. Myself: BE PREPARED for next session of QUESTIONS AND ANSWERS from 2 years old todler (Nuin), 7 years old boy (Haikal) , 12 years old girl (Nadia) , 13 years old boy (Hakim), 15 years old girl (Aida) and a man of my life and of course my full time assistant (my maid).

Monday, 6 February 2012

Ke mana perginya?

Detik hati kecil "Siap kau satu hari nanti". Terasa debaran dalam dada..sakit hati...nafas yang berombak cuba ditenangkan sendiri. Benak hati memang sakit. Tapi...akal cuba untuk menguasai.."Pikir..pikir..pikir...jangan ikut hati sangat, memalukan diri sendiri" pujuk akal kepada hati.."tenang..tenang..tarik nafas dalam-dalam". "Eh..memang betullah..kalau kita tarik nafas dalam-dalam, rasa nyaman sikit dada, taklah sakit sangat hati ni." Seketika rasa tenang dan aman. Senyum mula terukir di bibir.

"Ibuk..ibuk..memang dajallah si laknat tuuu!"."Eeiiiii...Geramnya...ada manusia macam tu ye!"Getus orang gajiku yang sememangnya dari tadi menunjukkan riak tidak puas hatinya.

"Udahlah bik..kalau kita ikut bertekak dengan orang macam tu, kita pun seakan jadi..persis..macam orang tu" akupun mula terikut-ikut rentak bahasa indon dilafazkan untuk menenangkan orang gajiku.

"Eeeiii...dasar orang tak sedar diri...barang bukan sedikit..halobanya banyak menggunung...! Itu memang tak akan ke mana buk...Orang tamak selalu rugi..biar dia..kita liat saja nanti, kalau apa-apa jadi..yang  buruk pada dia..enggak usah kita bantu buk.." bibik aku mula berceramah..macam orang berpolitik berdebat parti lawan.

"Saya heran..ibuk marahnya sekejap amat..saya ni buk..rasanya di dada ini membuak-buak api marah saya...Habis...sekarang ini ibuk boleh tersenyum pulak, saya geramnya makan berhari-hari...kalau boleh dicantas..aku cantas orangnya" tambah merengus lagi orang gaji aku ni.

"Sudah-sudahlah bik, tak payah diikutkan sangat, kan saya kata tadi, kalau kita bergaduh dengan orang bodoh, kita serupa macam orang bodoh itu jugak, kalau kita gaduh dengan orang tamak, maknanya kitapun tamak jugak, biarkan dia bik...apa yang nak ditelagahkan sangat, kita berdiam, mengalah tak bermakna kita kalah, tapi dari segi akhlaknya kita menang." Wah..aku pulak nak bersyarah.

Satu pagi.."Buk..macam mana ibuk boleh sekejap marah..lepas itu sekejap lagi boleh hilang marahnya..terus macam enggak ada apa-apa yang berlaku? Macam mana itu ye..ibuk boleh kawal perasaan?"

"Hmmm..macam mana nak terang dengan bibik ni? Ok..gini..itu namanya kawalan emosi...Biasanya manusia, kalau ikut sangat perasaan, bermakna orang itu bersifat emosional, macam peribahasa melayu ikutkan hati..mati! Ikut rasa..BINASA!""Makanya..kita digalakkan ikut akal..sebab manusia ni adalah kejadian Allah yang tinggi anugerahnya disebabkan akal. Kalau ikut hati, maknanya membelakangkan akal, sama macam ikut rasa, pastinya hujung-hujung binasa, contohnya, kalau ikutkan hati, sakit hati boleh menyebabkan seseorang itu mengambil tindakan luarbiasa seperti membunuh sebab geram, memukul sebab marah, memaki sebab hati sakit, macam reaksi bibik hari tu, cantas..apa maknanya tu?"

"Kalau ikut rasa pulak? Macam mana tu?" tanya bibik aku.."Ikut rasa tu senang aje..Hmmm..contohnya...saya tanya bibik..rasa-rasanya nak makan sedap hari ni..nak makan apa ye? Sebab nak sedap, nak ikut tekak, so masaklah lauk masak lemak, hoi..cilli padi..sedap tu...so..kita masaklah berhari-hari masak lemak..sebab apa? Sebab sedap..ha..itu ikut rasa..tak ikut akal..Kalau ikut akal, kita tak boleh masak lemak hari-hari, apa jadi kat anggota dalaman badan, hujung-hujung kolesterol tinggi, kan kah itu penyakit. Makanya kalau ikut akal, kita masak...bersederhana, kalau boleh masak yang sihat..rebus dan panggang. Jadi kurang kolesterol, itu maknanya sebelum memasak, kita ikut akal."

""Tapi, saya masih heran, ibuk hari tu dah dimarahi oleh orang gila itu, berjawab jugak dengan orang gila itu, tapi ibuk boleh lupa ya, kalau saya masih ingat-ingat lagi." Berkerut dahi orang gaji aku.

"Bik, sesetengah manusia melihat satu kejadian itu sehingga diambil berat dan disemat dalam hati sehingga menjadi dendam. Pada saya, saya suka mendidik jiwa saya supaya tidak mengingat satu-satu kejadian buruk semalam di bawa ke hari ini. Hari baru, mestilah kita mulai dengan suasana baru. Kita berhak memilih untuk menjiwai makna bahagia dan aman sejahtera bila hari baru bermula. Kalau kita ingat hari semalam yang tak mendatangkan faedah, kita merosakkan jiwa diri kita sendiri untuk mengecapi bahagia pada hari baru. Makanya, kita wajib bersyukur, jadi kita perlu mendidik hati kita supaya tenang dan aman. Pada saya, amat rugi kalau kita didik hati kita dengan sifat dendam, marah, benci dan lain-lain perasaan yang merosakkan hati. Baik kita senyum pada diri kita sendiri dulu. Lepas tu senang untuk kita berlembut pada orang lain. Itu maknanya kita menguasai emosi dan hati kita. Kalau bahasa inggeris nya dipanggil EQ."

"EQ? Setahu saya ada IQ tinggi je buk!" Bibik keheranan.

"Iya..IQ tinggi tu untuk orang yang jelas kebijaksanaannya, EQ ni adalah sifat yang mana seorang individu itu mampu mengawal emosi pada mana-mana keadaan di mana tindakan yang diambil bukanlah semata-mata disebabkan emosi tetapi juga dipengaruhi besar oleh rasional akal."

"Jadi..orang yang EQ tinggi, macam orang biasa, ada perasaan, boleh marah, sedih, dan sebagainya. Tapi marah dia adalah disebabkan oleh perkara yang menyebabkan dia marah, bukan disebabkan perkara-perkara lain yang dikait, diungkit dan berantai tak sudah. Maka selesai sesuatu perkara yang menyebabkan dia marah, api kemarahan terus reda dan padam..ke mana perginya...hilang terus...terus dia boleh mengukir senyum dan berlawak jenaka.. memang susah untuk mencari insan begini. Sifat manusia itu biasa..kalau boleh dilatih, memang boleh dilatih...makanya saya sudah bertahun dilatih oleh boss saya dulu, "marah cuma untuk membetulkan yang salah, memang patut kena marah kalau salah, tapi bukan untuk mencari kesilapan seseorang, itu boleh menjadi dendam, dan sifat itu adalah sifat orang yang rendah EQ nya."

"OOOHHH..Gitu..hilang begitu aje buk..." "Iye" jawab ku..lantas bibik berlalu pergi dengan senyuman.

Tuesday, 21 June 2011

Sahabat

"Iskh..macam mana ni?" rungut Haikal. "Macam mana apanya?" jawab abang Hakim. "Cikgu suruh Haikal buat cerita tentang sahabat baik Haikal. Tapi Haikal tak tau. Iskh..macam mana ni...nanti cikgu marah Haikal.""Tak yahlah nak nangis..kalau nangis kerja rumah tu boleh siap ke?"tanya abang Hakim. "Tapi Haikal tak pandai buat..apa Haikal nak tulis..nanti cikgu suruh baca di depan kelas." "Ok..gini..Haikal nak tulis pasal apa?"....Tak jauh dari meja kerja Haikal, terdengar suara mama mencelah dari dapur, "Hakim, kalau nak bagi ajar kat adik tu, biarlah ikhlas...jangan pulak macam cikgu dengan anak murid...apa adik Haikal faham, dia masih enam tahun. Sungguh dia nak berusaha buat kerja rumah tapi jangan samakan dengan Hakim yang dah 12 tahun." Haikal masih menunjukkan riak wajah kebingungan diselang-seli dengan kerut di dahi.

"Haikal nak buat kerja rumah apa sayang," tanya mama. "Cikgu suruh buat cerita, ni cikgu tulis dalam Communication Book ni, tajuk kerja rumah, sahabat karib saya. Tulis lima ayat sahaja." terang Haikal. "Oh...senang je tu" jawab abang Hakim. "Hakim, pada Hakim memanglah senang sebab Hakim dah lalui pengalaman dari tadika dan sampai sekarang dah darjah enam, jangan pulak nak samakan dengan Haikal yang masih tadika. Itu tak adil namanya. Kalau Hakim meletakkan Haikal dalam kedudukan yang sama dengan Hakim sekarang, maknanya Haikal tu dah terlebih advance, boleh seganding dengan abangnya" Hakim mencebik bibir. "Ha..kalau gitu, kenalah ikut rentak dan tahap adik tu," bebel mama.

Seketika Hakim sibuk membina dan menyusun ayat-ayat dengan Haikal. Mama mengingatkan Hakim untuk tidak menyusun ayat yang terlalu panjang dan haruslah disesuaikan dengan tahap adiknya yang masih di tadika.

"Mama, mama, Haikal dah siap" tunjuk Haikal dengan girangnya "Iye.., cuba bacakan mama nak dengar." Sambil mama sibuk di meja dapur dengan kakak yang sibuk mengupas bawang merah. "Mama dengar ye!" Jerit Haikal. "Ye..mama dengar."

Haikal mula membuka helaian muka surat buku latihan yang telah ditulisnya karangan pendek sebanyak lima ayat tadi. "(1) Saya ada tiga orang sahabat. (2)Nama mereka Ahmad, Abu dan Ali. (3)Mereka tinggal di depan rumah saya. (4) Mereka selalu datang bermain basikal dengan saya. (5) Sahabat saya yang paling baik ialah Ahmad."

"Itu je?" tanya mama. "A..a..cikgu kata lima ayat..adik dah tulis lima ayat cukuplah". kata Haikal. "Betul..lima ayat, tapi apa yang adik terangkan pasal kawan adik?Adik baru je kenalkan nama, tapi apa yang istimewanya tentang kawan adik? Takdepun adik cerita?" terang mama.

 "Umm...kawan adik ni baik, dia suka bagi adik baca buku dia, dia suka bawak gula-gula ke sekolah dan kongsi dengan adik, lepas tu dia suka tolong adik kalau ada kawan yang badan besar kacau adik. Cikgu kata Ahmad pandai bercakap. Cikgu pilih dia untuk cakap depan orang masa naik pentas masa konvokesyen nanti. Cikgu dah suruh Ahmad berlatih dah dari sekarang. Adik ikut je dengar Ahmad bercakap depan orang."terang Haikal dengan panjang lebar.

"Kalau gitu, adik Haikal nak kena ubah karangan ni. Sahabat baik adik ialah Ahmad. So..mintak tolong abang tulis semula karangan ni." sambung mama lagi. "Ok" sahut Haikal ceria.

"Sahabat Baik Saya: (1) Saya ada seorang sahabat baik yang bernama Ahmad. (2) Ahmad adalah seorang kawan yang pandai, peramah, suka menolong, suka tersenyum, suka bergurau dan suka membantu cikgu. (3) Selain itu, kalau kawan-kawan yang lain berada di dalam kesusahan contohnya diganggu budak badan besar, Ahmad akan selalu ada untuk membantu menyelamatkan kawan-kawan. (4) Ahmad juga tidak kedekut untuk berkongsi makanan dengan kawan-kawannya supaya semua kawan-kawan dapat makanan yang sama. (5) Saya suka Ahmad sebab dia tidak pernah memarahi saya dan kawan-kawan yang lain kerana baginya kawan yang baik membawa ke syurga".

Sejurus selesai mendengar ayat yang terakhir, hati ini tersentuh dengan ayat-ayat tersebut. Bagaimana mungkin nama sahabat anak ini seakan sama dengan nama sahabat ayahnya. Hati ini bertambah sayu bila sifat sahabat yang diterangkan anak kecil ini menyamai sifat yang ada pada sahabat ayah dan ibunya yang baru sahaja kemballi ke rahmatullah. Sungguh jiwa anak kecil ini yang suci tahu menilai erti sahabat. Bagaimanalah nama yang serupa itu seakan sama dengan tingkah laku yang ada dan sifat semulajadi yang ada pada arwah kawan ayahnya. Tanpa disedari, titisan jernih dari kelopak mata mama menitis tanpa dapat dibendung lagi.

"Nak (anak)..kalau Ahmad jaga adik dengan baik, adik Haikal kena jaga kawan adik dengan baik juga ye."kata-kata mama tersekat-sekat. "Kenapa mama menangis?" tanya Haikal. "Tak..tadi kakak kopek kulit bawang merah, dekat dengan mama, pedih masuk dalam mata mama." "Oooh.." Haikal berlalu pergi dengan gembira.

Sungguh indah karangan pendek seorang anak yang berhati suci menilai sahabat karibnya dari sudut pandangannya yang tersendiri. Anak kecil kalau dihalusi dengan baik, akan tersemat di dalam kalbunya sampai bila-bila bersemadi dalam jiwa betapa sahabat karibnya memang sentiasa diberi perhatian. Kita yang dewasa, akibat kesibukan masing-masing mengejar kehendak dan keperluan hidup masing-masing, tidak sedar betapa kita perlu mengambil tahu akan keadaan dan sering berhubungan dengan insan yang kita anggap karib. Tanpa disedari ALLAH maha pengasih. Maka setelah kembali kepadaNYA, baru kita sedar kita telah kehilangan banyak kesempatan yang ada dek kerana sifat individu masing-masing. Namun kerana kita tahu sahabat itu adalah karib, maka walaupun jauh di mata dan kurang meluangkan masa bersama, kehilangan itu tetap terasa kerana sahabat yang baik adalah sahabat yang sanggup bersama-sama mengharungi kesusahan, berlapar bersama, menangis bersama, gundah-gelana sehingga bersama melepasi tahap susah tersebut. Itulah kenangan terindah bersama seorang SAHABAT. AL-FATIHAH untuk AHMAD BIN KASMAN.

Wednesday, 11 May 2011

Pertukaran Udara (Air Change) Dulu dan kini..bukannya..Dulu, Kini dan Selamanya

Jam di dinding dah menunjukkan pukul 12.30 pagi. Udara masih membahang, panas dan rimas. Sesekali terdengar kereta lalu di jalan belakang halaman rumah, bersama desiran malam. Kesian aku melihatkan anak-anakku yang tertidur di sofa dan di lantai ruang menonton tv. Tiga unit kipas ligat berputar. Aku sengaja tidak memasang air-cond untuk ruang tamu bagi mengelakkan mereka terbiasa dengan sejuk udara buatan manusia. Daun tingkap dikuak sedikit biar dapat terasa udara pagi yang dingin. Namun aku masih menunggu bilakah agaknya dingin pagi itu menjelma.

"Cuit, cuit, cuit," indahnya bunyi siulan burung malam. Entah burung apa namanya, akupun sukar nak mengenal pasti waima aku bukanlah seorang "ecologist", "Huh, agaknya burungpun tak lena tidur," detik hatiku, "...padahal burung tu buta malam...umm..bukan ke burung tu sejenis haiwan dalam kelompok ayam, maknanya dia mestilah buta macam ayam di waktu malam," kritik aku seorang diri.."..macam mana pulak burung tu boleh terbang mencari tempat sejuk..."Ah..biarlah.." bisik hati kecilku keseorangan.."Jangan..jangan..!!!!" "Eh..merepek pulak aku sorang-sorang malam buta ni"..

"Hmm, aku cemburu dengan masa" bisik hatiku. Kalau dulu dalam arena perbahasan di zaman sekolah menengah, aku sering menutup tirai perbahasan dengan ayat "Disebabkan MASA amat mencemburui saya, maka saya sudahi dengan...bla...bla..bla"..Eleh...manalah ada masa tu punya perasaan. Ha..sekarang akulah manusia yang mencemburui masa. Mana tidaknya, dulu aku tidur di dalam kelambu, di atas tilam empuk kekabu, lena diselaputi kain selimut perca yang Emak dan Mak Uda Muan jahit sedepa dua depa. Udara sejuk yang dingin bukan hanya di luar beranda rumah malah menyelinap masuk melalui celah dinding papan rumah dan celah lantai papan yang jarang.

Sekarang anak-anakku langsung tak pernah merasa kesejukan dan keenakan yang aku alami di zaman kanak-kanak aku dulu. Dulu aku tidur tak pernah ada kipas. Nak diperdengarkan perkataan "air-cond" pun aku tak pernah lihat sehinggalah aku masuk ke dunia universiti. Di sekolah rendah, sekolah menengah, di Kolej Abdillah, di asrama puteri, semuanya menggunakan kipas. Oops maaf, di sekolah rendah tak pernah ada kipas."Kenapa?" Sebab sekolah rendah ku tidak disimbahi dengan panas matahari. Suasana pagi yang nyaman sehingga pukul 11.30 pagi begitu menyeronokkan untuk penerimaan minda kanak-kanak belajar dan memberikan tumpuan di dalam kelas. Tambah lagi dinding kelasku cuma dinding papan separuh, bukannya macam zaman sekarang ditutupi konkrit penuh sebilik dan dipasang tingkap kaca (frame- window pans). Kelas aku dulu tak ada tingkap, sebab dinding papan, itu pun cuma selang dua-tiga keping papan sebagai penutup pandangan dari gangguan luar..Ha..baru aku ingat... Macam kelas P.Ramlee, Sudin dan Ajis dalam cerita pendekar bujang lapok. Tapi yang syoknya, angin dari luar segar terus menghembus ke dalam kelas tanpa apa-apa penghadang. Itu yang bestnya. Maknanya NATURAL VENTILATION.

Sekarang anak-anakku sering mengeluh, "Mama, tak cukup tidurlah, tak sedap badan, panas dan rimas, walaupun pakai kipas," Dan kataku pula.."Bukalah tingkap, biar angin malam menyejukkan suasana bilik." Jawab anakku "Masih panas jugak, angin malam pun panas, dahlah bising bunyi kereta," Kesian anak mama, manalah boleh disamakan dengan suhu sekitaran yang ada pada zaman aku dulu tambah lagi itu di kampung, dan sekarang kita di bandar.

Kalau dulu mama bukan hanya dapat merasa sejuk malam, malah bintang di langitpun mama dapat lihat acapkali tak dapat lenakan mata, pasti mata mencari punca cahaya buat penghibur sehingga lena. "Kat mana nak nampak bintang tu mama" tanya anak kecilku. "Dulu rumah nenek sering terdapat lubang atap yang bocor, Dan kalau lubang tu tak jatuh pada lekuk atap zink pada aliran air hujan, maka atuk tak tampal. Jadi cahaya bulan atau cahaya bintang, tak banyakpun sedikit, akan sayup-sayup nampak bayang sinarannya melepasi lubang bocor tu. Dulu mama tidur takde lampu tidur, pelita semua dipadamkan sebab takut terbakar kelambu. Maknanya mama tidur dalam gelap. Bukan macam anak mama sekarang, ada lampu jalan yang terang benderang, ada lampu tidur neon yang jingga warnanya, dan paling tidak pun ada lampu rumah jiran sebelah yang terpasang.

Tapi yang tak syoknya, udara dalam rumah kita terasa bahang. Tau kenapa? "Kenapa mama?" Tanya anak manjaku, Haikal. Aku cuba menerangkan. Suhu rumah kita jadi panas membahang sebab tidak ada peredaran udara yang melibatkan pertukaran udara. Udara dalam sebuah rumah ni sepatutnya sentiasa bertukar. "Macam mana nak bagi udara bertukar, mama? Mana kita nampak udara. Bukannya macam tukar baju." ngomel dia lagi macam tak puas hati. "Memanglah tak macam tukar baju, maksud bertukar tu adalah bersilih ganti dengan pergerakan udara baru, ok..macam ni..contohnya, kalau pintu di depan rumah terbuka, kita kena buka juga satu ruang terbuka yang lain, contohnya, tingkap atau pintu belakang rumah. Jadi, bila udara bergerak masuk dari arah hadapan rumah, aliran udara itu akan bergerak ke arah di mana ia akan pergi untuk mencari laluan keluar (apa makna nya ni...bertukar tekanan udara...yang bab ni saya tak terangkan pada anak sebab terlalu tinggi fenomena tekanan udara untuk difahami anak ku yang masih kecil seumur 6 tahun)".

"Mari haikal, mama tunjukkan kesan pergerakan udara pada Haikal" aku memimpin anakku ke muka depan pintu. "Ingat tau, pergerakan udara maksudnya ada angin, cuba Haikal berdiri depan pintu, ada rasa angin tiup tak?" Sebentar Haikal menyedut nafas menghirup udara, kononnya menunjukkan reaksi demonstrasi merasa dan menyedut udara. "Terasa tak rambut Haikal bergerak?" Tanya ku. "A..a..lah mama, rambut Haikal ada terbang sikit-sikit di tiup angin,"..katanya dengan riang. "Ha..itu ada angin masuk ke dalam rumah walaupun Haikal tak nampak." "Kalau angin ada masuk, maknanya ada juga angin yang akan keluar, kalau kita buka pintu dapur." kataku. "Kalau macam tu janganlah buka pintu dapur mama, supaya angin tu tinggal dalam rumah je, biar angin tu tak lari, nanti boleh sejuk" alahai..anakku ini...betul jugak apa yang dia cakap, kalau tak diterangkan sekarang, habis melencong ke lain pulak  konsep yang dia nak bawa sampai dewasa nanti.

"Tak boleh sayang, kita kena buka pintu dapur, bagi angin tu lalu, supaya angin tu tiup semua yang panas dan bawa keluar dari rumah kita melalui tingkap dan pintu dapur.".."Apa yang panas dalam rumah ni mama?" tanya Haikal. "Haikal tak nampakpun bibik hidupkan api dapur, takdepun mana-mana api dalam rumah, Ha..tengok-tengok..mana ada api?" (Ye, memang betul anakku, bukan sumber api yang jadi puncanya rumah kita panas. Tapi udara pernafasan (Carbon dioxide- green house gas) kita yang terkepung dalam rumah konkrit ni, hawa panas dari sinaran matahari (UV-rays), dan wap air yang terampai di udara (relative humidity) dalam zon pernafasan kita)...ADUI.susahnya aku nak terangkan pada anak kecil ni..!!!!

Aku terputus idea sejenak.."Ok...cuba Haikal tutup mulut dan  hidung Haikal guna telapak tangan, bernafas macam biasa, hembus nafas, terasa tak kat tangan, Haikal rasa apa?" tanyaku.."Haikal rasa suam lah mama?" jawabnya ringkas.."Apa yang suam?"tanya ku lagi.."Angin dari hidung Haikal" jawab Haikal. "Ha..kan betul kata mama..maknanya Haikal pun boleh mengeluarkan angin panas dari hidung. Dalam rumah ni ada berapa orang?" tanyaku. "Ada ayah, mama, kakak, abang, Nadia, Nuin dan bibik." sambil dia menghitung guna jari jemarinya "Ada tujuh orang," sebut Haikal. "Betul ke tujuh?" tanya ku lagi. "Betul tujuh ni?" ulangku lagi. Haikal mengangguk kepala. "Haikal mana?" tanyaku. "Eh.eh..tambah satu lagi..Haikal..jadi lapan" jawabnya.

"Ha, kalau Haikal seorang dah boleh keluarkan angin panas melalui hidung tadi, maknanya ada lapan orang dalam rumah ni mengeluarkan udara yang panas. Apa akan terjadi kalau kita tutup pintu, tutup tingkap, dan tutup pintu dapur?".."RUMAH JADI MAKIN PANAS MAMA," jawab Haikal dengan senyum.."So, maknanya kita perlu selalu = BUKA PINTU DAN TINGKAP, supaya udara panas keluar dibawa angin pergi" tutur Haikal serentak dan senada dengan kata-kataku.  

Sunday, 24 April 2011

Brain Wiring Going Damage...most of us at this stage

I was so stunned  by this email send to me last month. And it strike my attention. Some cases below sound familiar to me and it is actually happened to me..(lets see what the letter content)

Is Your Brain Wiring Going Haywire?

Dear, Harimah
Many of us joke about "senior moments." But when they start occurring more than occassionally, they're not funny at all. They're frustrating, embarrassing, and perhaps even worrisome.
It's so ironic. Just when you've got all this wisdom and experience under your belt, your brain is no longer "old reliable." You never know when you're faltering mind is going to trip you up, frustrate you, embarrass you, or make you wonder if you're starting to lose your marbles.
The good news is, scientists just discovered what causes these frequent memory lapses--and how to stop them fast... 
Researchers at Harvard, Stanford, Johns Hopkins, Duke, UCLA, and other top universities recently discovered three hidden triggers that cause frequent memory lapses and mental decline. They're the missing link scientists have been seeking for years!
And thanks to a new breakthrough, it's now possible to switch off these hidden triggers--and even reverse years of brain aging. That means you can enjoy a "steel trap" memory, crystal-clear thinking, and laser-like focus--in just 30 days or even less.
Learn more?..

The explanation continue...

You know what it’s like to forget a name, misplace your keys, or lose your train of thought. Now scientists know why these memory lapses happen: they’re due to a common brain-wiring snafu that starts in middle age.
This brain-wiring snafu makes it harder to send vital messages from one part of your brain to another. Somewhere along the line, they get hopelessly lost. And suddenly, you can’t remember for the life of you where you parked your car.
So what makes your brain wiring go haywire? Scientists believe it all has to do with the white matter that protects nerves, called myelin.
Myelin is like the rubber that covers electrical wires. If the rubber wears down and the wires become exposed, they fray and become damaged. Once this happens, they don’t conduct electricity as well.
The same thing happens with myelin in your brain. Myelin protects your nerves, so messages can travel along them without getting corrupted, scrambled, or diverted along the way. But the problem is, myelin starts to wear out as you get older.
According to UCLA researchers, as myelin deteriorates, nerve fibers begin to fray. These frayed nerves don’t transmit messages as well. As a result, you become more and more forgetful.
But that’s not the only reason your
memory begins to fail you…
To add insult to injury, you also produce fewer neurotransmitters as you age. Neurotransmitters are brain chemicals needed to promote memory, enhance learning, and calm your mind so you can concentrate. They’re the fuel your brain needs to run.
When the myelin in your brain starts to wear out, you produce fewer neurotransmitters. That’s because you only make these vital brain chemicals whenever a brain cell receives a message. If your brain cells aren’t receiving messages due to worn-out myelin, you’re not going to make enough neurotransmitters.
This means you’re stuck with worn-out myelin AND a deficiency of neurotransmitters, often by the time you hit middle age. So what does this cruel combination do to your memory and thinking?
Harvard researchers prove
“double whammy” effect
Harvard University researchers wanted to look at the effects of these brain-wiring changes. So they studied a group of younger and older adults between the ages of 18 to 93. They had the adults perform various tests on memory, thinking, and learning.
But that’s not all. The researchers also took pictures of the people’s brains using a test similar to an MRI. They found the older adults had more myelin damage and fewer neurotransmitters than the younger adults did.

So not surprisingly, the older adults’ brains didn’t transmit messages as well. This explains why they didn’t score as high on the memory tests as the younger adults.
If you want to stay mentally sharp as you age, it’s crucial to maintain healthy myelin and produce plenty of neurotransmitters. I’ll tell you how you can do both in a moment. But first, let me tell you about another brain change that affects your memory…

(Harimah comment: Note that there are lots of chemicals that are known to be hazard to human health. But some of us didn't even know about it. You are lucky if you are a chemist, but for those are not in this line, this is merely a basic intro on the hazardous chemicals to our health..lot more to dig!)